LPPS BRIGADE PII CANANGKAN PENDIDIKAN PELAJAR PERDAMAIAN

jkl

Jakarta,-Bambang pranowo, direktur lembaga kajian Islam dan perdamaian telah meriilis suatu survey yang cukup memprihatinkan mengenai pelajar, beliau telah mengadakan penelitian pada sekolah-sekolah, Survei dilakukan di 59 sekolah swasta dan 41 sekolah negeri. sebanyak 48,9 persen siswa menyatakan simpati pada gerakan anarkisme beragama dan Sebanyak 63,8 persen siswa dan 41,8 persen juga bersedia terlibat dalam penyegelan rumah ibadat penganut agama lain “Yang paling mengagetkan: belasan siswa menyetujui aksi ekstrim bom bunuh diri,” katanya.

 

Tentu hal ini menjadi suatu hal yang bisa di kategorikan sebagai ancaman bagi NKRI. Bangsa Indonesia yang terkenal sebagai bangsa yang ramah dan toleran, kini hanya beberapa tahun para muslim radikal berhasil mengacaukan paradigma masyarakat dan mengacaukan pikiran para generasi muda Islam Indonesia. Islam di asumsikan sebagai suatu agama yang harus mendirikan suatu negara Islam, Islam di asumsikan pada para pelajar sebagai seseorang yang bangga membunuh orang yang berlainan agama. Islam di ajarakan sebagai agama yang anti kerukunan dan anti dialog pada agama lain. Tentu ajaran seperti ini sangat berbahaya bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan generasi penerus bangsa.

 

Pergerakan pelajar sangat sentral dalam sebuah pergerakan dan kemajuan suatu bangsa. Jika para pemegang tongkat estafet bangsa ini berakhlak buruk, kasar dan bodoh, tentu negaranya akan hancur. Pelajar adalah kunci bagi eksistensi Republik Indonesia, dapat kita bayangkan jika pelajar bangsa Ini adalah pelajar yang intoleran, anarkis, dan memahami agama bukan sebagai sebuah sumber moral dan etika, tetapi agama sebagai sebuah alat politik yang dimana untuk mencapai kemenangan ideologi politiknya, dihalalkan darah dan nyawa manusia.

Maka, untuk memitigasi pemahaman keberagamaan yang radikal, egois dan keras, dibutuhkan kesatuan dan kekompakan bersama untuk menghilangkannya atau paling tidak menghambat laju perkembangannya. Suatu ideologi pemikiran tidak bisa hilang hanya dengan beraliansi dan menandatangani pembubaran suatu organisasi, demonstrasi penolakan atau tindakan kerusuhan dan penganiyayaan. Suatu ideologi bisa hilang jika kita menjelaskan pada masyarakat awam tentang bahayanya pemikiran dan ideologi tersebut. Keaktifan dalam pembinaan(edukasi) masyarakat, khususnya untuk generasi muda menjadi sangat penting dan menjadi suatu hal yang mendesak untuk menghadang perkembangan laju pemikiran ideologi anarkis di indoensia.

Pembinaan dan pendidikan tentang pemahaman agama yang benar menjadi penting untuk dilakukan dan dikembangkan di Indonesia. mensosialisasikan tentang pemahaman agama yang toleran, inklusif, bersifat kemajuan, menghargai kearifan lokal dan tidak sempit, merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh seluruh elemen bangsa Indonesia. Islam memang agama damai, Islam memang agama toleran, maka haruslah kita bina masyarakat dan generasi muda khusus nya pelajar, melalui suatu pendidikan atau edukasi tentang pemahaman agama Islam yang damai, toleran dan ramah.

Maraknya kaderisasi dan propaganda pemahaman Islam radikal dan puritan yang memusuhi Indonesia dan falsafah Pancasila, pelajar Islam Indonesia (PII) melalui badan otonom brigade PII sebagai salah satu organisasi pelajar nasional merasa perlunya mengadakan suatu pendidikan khusus bagi para pelajar Islam di Indonesia untuk memitigasi hal-hal yang telah di jelaskan di atas. Edukasi yang akan kami berikan di ramu menjadi sebuah pendidikan yang kami beri nama “Pelajar perdamaian”,dengan sasaran generasi muda, yaitu para pelajar menengah atas (SMA/SMK/MA).

Pendidikan pelajar perdamaian akan di isi oleh tokoh-tokoh bangsa yang terkemuka dan berkompetensi dalam membina umat. Dengan memahami agama Islam yang damai dari sumbernya langsung dan mempunyai otoritas dalam bidangnya, tentu akan membuat para pelajar memahami dan mengerti tentang Islam yang ramah sebagaimana yang dibawa oleh para wali ke tanah nusantara. Mengembalikan paradigma Islam yang rahmatan lil alamin dan tidak bertentangan dengan falsafah pancasila.

Sudah saatnya kita perduli kepada Islam dan Indonesia. Mensosialisasikan dan mengembalikan citra Islam yang damai, toleran dan ramah, juga tak mengganggu kewajiban sebagai warga negara adalah yang kita butuhkan dewasa ini dalam menghadapi ideologi radikal yang terus berkembang dan tumbuh subur di bumi nusantara.

Pendidikan pelajar perdamaian ditujukan bagi para pelajar Islam agar dapat mengcounter pemahaman radikal dalam beragama. Kegiatan pelajar perdamaian ini juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi bahaya terorisme di Indonesia. Juga memfilter pemahaman yang keras dan arogan dalam beragama.

Mengembalikan citra Islam Indonesia yang toleran dan memberi penerangan bagi para pelajar Indonesia tentang agama Islam dan perkembangannya di Indonesia. Diharapkan adanya acara pelajar perdamaian ini menjadi salah satu bentuk dari usaha umat Islam Indonesia untuk menahan arus pemikiran radikal dan ekstrim pelajar perdamaian tentu akan menambah pengalaman dan wawasan para siswa, dengan acara pelajar perdamaian ini, para pelajar dapat menjaga dirinya agar tidak terhasut oleh pemahaman keagamaan yang keras, eksklusif dan anarkis.